Jumat, 29 Januari 2016

Wiki-Freak



Berikut ini merupakan artikel mengandung spoiler. Membacanya berulang-berulang bisa bikin naksir dan mimpi indah berkepanjangan. Bahkan ketawa-tiwi sendiri.

---
v  Agatha “Aga” Pahlevi Setiawan
Berkacamata, hidung besar, dan betis luar biasa membahenol. Kalau jalan, langkahnya membentuk huruf v. Itulah Aga, keturunan campuran Arab dan Madura. Ia tak akan segan-segan menaruh tulang ayam yang sudah dia makan di piringmu yang masih penuh nasi. Keahliannya memecahkan riddle menunjukkan ia suka membaca buku dan memperbanyak referensi. Selalu sengaja menaruh buku di lantai karena dia bilang “wes ngerti onok buku, lek tetep tak idek, berarti aku sing goblok1”. Ia asal Sidoarjo, kota yang diramalkan Joyoboyo akan membelah Jawa menjadi dua. Nama depannya seperti penulis novel detektif yang terkenal: Agatha Christie... sayangnya beda gender. Aga tidak akan memberikanmu saran yang halus atau bahkan kata-kata penenang sekali pun kalau dicurhati, justru, kata-katanya sarkastik. Namun, ia pengertian. Punya insting tersendiri akan keberadaan cewek-cewek farmasi... entah mengapa... sudah ada dalam darahnya. Tapi juga punya insting tersendiri akan keberadaan waria... dan akan langsung bersembunyi di belakangmu, melindungi diri dari colekan genit mereka. Jujur, terbuka, transparan (hloh? Apanya?)
Spesies: Hibrid antara villain dan Sherlock Holmes
Keahlian: Memecahkan riddle

v  Ain “Nenek” Salsabilla
Sulit menerima bahwa ia termasuk golongan tua dalam satu angkatan. Wajahnya cukup child-like, begitu pula perilakunya. Lebih kaget lagi, kulitnya tidak cukup gelap untuk menjadi keturunan Ambon, bahkan terlalu cerah. Begitu pula tulang hidungnya yang tajam, tidak mengindikasikan ia keturunan suku dari bagian timur Indonesia. Kalau perkenalan, bilangnya asal Salatiga. Ain termasuk orang yang suka menolong, sedikit tidak mau rugi, dan seperti princess... lelet asli. Terus suka nyanyi-nyanyi sendiri. Ia cukup sabar menghadapi orang, mengerti keadaan orang lain. Lahirnya di bulan Juni dan belahan jiwanya adalah Mie Ayam: senang ketika warung Mie Ayam buka, dan sakit hati kalau mendapati warung itu tutup ketika ia sedang ingin-inginnya. Harddisknya penuh dengan film. Sangat menggiurkan untuk dikopi dan menjadi hiburan di saat gabut. Sepatu favorit? Keds. Bahkan masih pakai keds saat pakai rok panjang walaupun terlihat tidak cocok, kadang-kadang. Satu-satunya yang menangis ketika merasa tidak bisa mengerjakan soal ujian, padahal satu angkatan bodo amat terhadap soal ujian itu. Yang paling sering memanggilnya dengan sebutan Nenek adalah Heru. Tua, iya tua. Dahulu kala, ia pernah bilang kalau punya cemceman2. Kemudian, bilang kalau gak punya. Selalu menyampaikan candaan dengan wajah serius. Model jilbabnya setipe dengan beberapa teman satu kosnya. Ain yang paling pengen untuk diceritakan kisahnya, sepertinya... dan pengen famous.
Spesies: Hibrid antara barbie dan nenek sihir
Keahlian: Menyanyi

v  Alfin “Pakdhe” Aulia Tama
Bersuara empuk, badan ginak-ginuk hingga perutnya terantuk-antuk. Suara empuknya pasti membuatmu berpikir, mengapa orang ini gak jadi sinden... atau kalau dari perawakannya, cocok buat menabuh gamelan... bahkan gong. Dengan badan sebongsor itu, ia punya pacar yang sekurus dan semungil itu, 1:12, dan mirip Nufia. Berasal dari Solo, tempat semua orang berkepribadian kalem dan bertutur halus. Hobinya traveling, sukanya nggombal, dan nonjokin lengan-lengan yang ia anggap sekuat hantaman tangannya. Sangat suka rela kalau dimintain nyetak tiket kereta. Ia bapak-able. Auranya kebapakan, dan masuk dalam golongan tua dalam satu angkatan. Orangnya sabar, suka bercanda, meskipun usil merupakan prioritas utama. Gelak tawanya sangat viral. Kalau ia ketawa, yang lain juga ketawa. Doyan makan soto bareng cewek-cewek grup freak dan akhirnya dia jadi satu-satunya lelaki, yang ikut menggosip gak jelas, menggosip tentang cewek yang pesen soto ayam gak pakai ayam. Pakdhe, panggilannya, merupakan figur sempurna lelaki Jawa Tengah (lalu bayangin dia pakai blangkon, baju coklat garis putih khas Jawa Tengah, dan meniup suling bambu di antara hijaunya sawah dan deru aliran sungai). Satu-satunya anggota grup yang paling suka aneh-aneh dalam memasang foto profil. Kadang, kalau dipikir-pikir, ia mirip Po di Kung Fu Panda.
Spesies: Wayang, perwujudan bagong dan bapak-bapak
Keahlian: Menjejak

v  Clarisa “Tara” Anindita
Siapa yang tidak tahu Misae? Iya... mamanya Sinchan. Begitulah Tara dideskripsikan diam-diam oleh teman-temannya yang bermuka dua ini. Terlebih lagi saat ia membiarkan rambutnya yang bekas rebonding dan mulai kembali keriting itu tergerai. Tapi, jelas, Tara merupakan versi yang jauh lebih cantik dari mamanya Sinchan, baik di buku maupun anime-nya. Ia merupakan satu-satunya anggota yang berbeda keyakinan dari anggota yang lain. Bibel dan Rosario adalah benda-bendanya. Kemana-mana pakai kacamata. Kalau memakai rok terlalu naik hingga ke perutnya. Untung gak kelihatan jemblung. Ternyata dia asal Madiun! Bentuk wajahnya yang kotak seperti keturunan Batak membuat yang lain berpikir pasti ia asal tanah Sumatera. Lalu... keluarlah logat medoknya. Akhirnya semua jelas... jelas, Jowo tulen. Salah satu “pejuang” kakaknya Ojan, bersama Fitri, Mbak Febi, dan Bos Awwal. Anggun sekali ketika memakai gaun selutut bermotif bunga-bunga sepulang dari gereja. Tara sungguh sabar, rajin mencatat, dan manut, serta suka memasak. Tutur katanya halus, hampir seperti orang Jawa Tengah, sehingga tidak menggambarkan figur sempurna orang Jawa Timur. Jangan salah, dia suka nggosip. Sama seperti Pakdhe dan mayoritas cewek di grup ini, suka makan soto bareng dan nggosip kesana kemari. Clarisse bakal menjadi namanya kalau dia kelahiran asing.
Spesies: Reinkarnasi dari Misae
Keahlian: Memasak

v  Fauzan “Ojan” Mustofa
Wajahnya baby face, pipinya akan selalu kayak bakpao, lincah, dan rambutnya jabrik... menggambarkan daun pinus yang runcing. Matanya tidak hitam, melainkan hampir coklat. Tulang pipinya tajam, hampir terlihat seperti lesung pipi tapi gagal. Asal Blitar... tapi seperti asal Sumatera daerah Palembang. Prioritasnya ada dua: 1) Futsal, 2) Pengajian. Baju yang sering dipakai kebanyakan jersey Manchester United. Sampe pengen ngebeliin baju, rasanya. Anggota yang selalu menampakkan ke-kepo-an terbesar di antara yang lainnya. Kalau ia sudah kepo, ia bakal mengejarmu dengan pertanyaan yang dalam dan berusaha menguak fakta. Kalau targetnya cerdik, Ojan pasti kelabakan. Ia akan selalu gak ngerti apa maksud dari suatu riddle: “Udah itu aja? Pertanyaannya mana?”. Emotikon favoritnya yaitu monyet, baik yang menutup mata, menutup mulut, bahkan yang posisinya seperti mau kentut. Menjadi anak bontot dari tiga bersaudara membuatnya jadi lebih childish di antara yang lain, tapi kadang-kadang sikapnya dewasa, dan bahasanya jadi susah dimengerti. Pose fotonya gak pernah gak alay. Lagu favorit? Ya Sudahlah. Memilih lagu berdasarkan artinya, bukan musiknya. Gak gampang percaya sama orang lain dan sadar kalau diapusi. Ngefans sama bu Sri Mulyani... dan Fatin. Ke kelas bawa Al-Quran warna hitam (apa coklat, ya?) dan kadang dipanggil dengan sebutan Ustadz.
Spesies: Resemble Peeta Mellark dan Mantis
Keahlian: Bermain Futsal

v  Fitria “Fitri” Nur Farida
Mengapa suaranya begitu cempreng seperti desah kaleng yang dilempar ke tumpukan kaleng? Atau kempyeng yang dikumpulkan jadi ecek-ecek? Udah tau cempreng tapi masih suka nyanyi... lagu dangdut. Golongan muda... ya, karena kelahiran tahun 96. Sesuai dengan golongannya, sifatnya kekanak-kanakan, seperti butuh perlindungan... atau mungkin pendamping. Gadis asal Tulungagung itu menganga mulutnya kalau tidur. Orang tuanya nikah muda... Ibunya nikah ketika berusia 19 tahun... dan sekarang Fitri masih jomblo, iya jomblo. Selalu pengen semua tugas selesai dengan instan, kalau bisa dalam satu hari. Kadang suka memaksakan diri, tapi selalu yakin bahwa ia bisa. Fitri bukan tipe orang yang enggan belajar. Ia suka menerima masukan. Tak segan-segan bertanya bila ingin tahu. Mengejar informasi dengan sikap kepo menyaingi Ojan. Wajahnya melas, kulitnya cenderung gelap. Perawakannya kurus, tapi diam-diam pengen terlihat seksi. Terbukti dari foto vulgarnya fitting baju dan tersebar di grup khusus perempuan. Perilakunya masih seperti orang-orang zaman dulu: tradisional. Seperti  perempuan pada umumnya, gampang terpikat oleh cowok ganteng... apalagi gagah. Totally polos. Berkali-kali salah pesen tiket kereta... dan bisa aja ditipu ketika disuruh transfer uang. Duh, Fit.
Spesies: Resemble Tinker Bell dan Ayu Ting-Ting
Keahlian: Mempelajari

v  Heni “Hencil” Fitri Hastuti
Ngakunya dari Solo... Solokotok -___- Asalnya dari Karanganyar alias Solo coret. Kelihatannya anggun, sih... kelihatannya. Tapi kalau sudah tertawa... Hmm... Mulutnya terbuka paling lebar dan suaranya seperti dikasih pelantang suara. Bentukannya mini (karena kecil masih kurang kecil), gak ahli olahraga, tapi sangat berpengalaman jadi sekretaris. Bentuk mukanya mungil, dengan mata lebar seperti bola pingpong, dan kantung mata yang sudah menyerupai kantung kangguru. Sukanya makan kremes gorengan... entah suka atau biar gak bayar karena cuma printilan. Suka gratisan! Ya, suka gratisan. For your info, Heni gak punya gelas di kosan. Yang ada hanya botol minum hijau merk Tupperware yang tutupnya bocor karena ditusuki Revina dengan jarum pentul. Flashdisknya yang mengenaskan sudah tergantikan dengan yang baru... dapat gratis dari seminar tapi seminarnya gak dia ikuti. Mengapa namanya Heni? “Gak tau, ik. Bapakku suka aja sama nama itu”. Kecil-kecil begitu ternyata sudah jadi tante. Hencil merupakan nama bekennya. Hencil alias Heni Kecil.
Spesies: Hobbit
Keahlian: kesekretariatan


v  Heru “Heru” Fidriansyah
Ia sudah mendaki Rinjani, gunung setinggi 3726 mdpl yang berlokasi di Pulau Lombok. Badannya gendut, padahal setiap hari pup. Memiliki dekik alias yang tampak seperti pipi bolong, tak membuat berat badannya berkurang. Kulitnya coklat hampir gelap. Entah itu asli atau karena tersengat matahari. Satu-satunya anggota grup yang asalnya paling jauh: Bengkulu, tempat di mana jarang ada Alfamart. Heru pandai bermain musik, bahkan menyanyi. Ia bisa mengubah kata-kata kaku menjadi lirik lagu yang bernada asal-asalan tetapi enak didengar. Seperti perempuan, mandinya cukup lama, sampai wangi sabunnya terhirup kemana-mana. Sediakan rengginang satu toples... ia pasti akan senang. Heru cukup puitis... menggunakan bahasa yang hanya dapat ia pahami sendiri. Heru merupakan soulmate dari Ojan. Hanya mereka berdua yang tau apa arti “gek oppo smartphone”. Traveling tanpa menghitung biaya... benar-benar orang kaya. Heru suka malu-malu tapi mau. Selalu desperate kalau sendirian. Sepertinya tidak tahan dengan kehidupan soliter. Mengagetkan adalah ketika ia bertanya bagaimana cara membuat olos. Pernah bercerita bahwa punya adik laki-laki bernama... yah... hanya ia yang tau.
Spesies: Perwujudan Mahar dan Ikal
Keahlian: Menciptakan Lagu

v  Nufia “Nupik” Nugraini
Sosok paling berisik dan paling rumpik bersama dengan Rachma di grup. Frontal, itulah sisi terjelas dari karakter Nufia. Ketus tapi lucu, tidak basa-basi, dan jujur. Ukurannya 11:12 dengan Heni. Rambutnya hitam legam bergelombang hampir keriting seperti lenggak-lenggok keris dengan jidat yang seukuran landasan pesawat terbang. Biasanya diikat setengah menggunakan jepit kecil. Perawakannya kecil, kurus, tetapi sebaiknya tidak diremehkan kalau urusan berlari... entah itu di jogging track atau dari kenyataan. Tawanya renyah seperti keripik singkong. Nufia sangat fanatik dengan DWP, sekali lagi, bersama Rachma. Nufia sukanya sama mas-mas... mas-mas D4. Apalagi kalau suka olahraga. Nama belakangnya sering disalahucapkan sebagai Nugraheni. Nufia cukup mengamati keadaan sosial dan cukup sering memberikan gambaran jawaban atas pertanyaan anggota yang lain. Nufia juga suka menduga dan bertanya. Sering berseteru dengan Ojan yang kerap memanggilnya “Numpang” alias Nufia Empang. Berasal dari daerah kerajaan Majapahit pernah berdiri, Mojokerto. Tapi... lahirnya di Surabaya. Yang tidak mengenalnya akan sulit menerima kepribadiannya. Ia merupakan anggota dari STAN Runners.
Spesies: Hobbit
Keahlian: Berlari

v  Nur Aini “Shinta” Shinta Dewi
Semua di antara ular-ular, ia lah yang paling ular. Dua nama terakhirnya berasal dari Dewi Shinta (Ramanya siapa?) , hanya saja dibalik sehingga terlihat dimodifikasi. Matanya lebih lebar dari mata Heni. Kalau mata Heni seperti bola pingpong, mata Shinta seperti bola baseball. Suaranya terdengar sayup-sayup, seperti tercekat. Serba salah memanggilnya: Shin dan Sin artinya sama-sama buruk, kalau dipanggil Nur terlalu mainstream, apakah harus dipanggil Dewi? Pernah suatu waktu, ia begitu menggemari makan hanya nasi dengan mentega, tanpa lauk dan sayuran. Sangat mager ngeskrol chat, sampai yang lain selalu bilang, terutama Rachma ”Shinta ki ngajak gelut kok”. SMA nya sama seperti SMA bu Sri Mulyani dulu, SMAN 3 Semarang. Iya, ia asal Semarang, kota yang menjadi ibukota provinsi Jawa Tengah. Jalannya sedikit menggagah, entah mengapa. Tiga tahun sekelas dengan Revina. Ia merupakan anggota Media center di bidang perusahaan, salah satau elemen kampus yang merupakan kumpulan para jurnalis, pemburu berita. Kerjaannya mengecek fotokopi. Shinta orangnya gampang panik. Dasarnya memang ular, sukanya Man In Uniform.
Spesies: Wanita Ular
Keahlian: Memperhatikan

v  Pratama “Tama” Muhammad Saputro
Panggilannya sama dengan nama belakang Pakdhe. Entahlah, mungkin anaknya Pakdhe. Mengklaim bahwa ia berasal dari Yogyakarta, tetapi pernah tinggal di Bekasi. Perawakannya kurus tetapi berotot, dengan wajah cekung, dan rambut cepak yang kelihatannya tidak approachable. Namun, baik hati. Sama seperti Nufia, ia tidak bisa diremehkan dalam urusan berlari. Bukan hanya berlari, tetapi dalam urusan badminton pun oke. Nama depannya seperti jenis salah satu kantor pajak. Pernah hapal Juz 30 Al-Quran... pernah. Berharap bisa hapal kembali. Usut punya usut, sepertinya ia mengidamkan untuk jadi petinggi Badan Kebijakan Fiskal (aamiin). Gombalannya tidak setajam Pakdhe, tersurat. Terlihat suka belajar, terlalu rajin hingga merangkum Undang-Undang Dasar 1945 demi belajar TKD. Cukup jago main kartu bridge alias remi. Dahulu kala dia cukup, terlihat, antisosial. Namun semua itu berubah sejak negara api menyerang. Ia merupakan teman yang baik ketika mengalami masa-masa gelap. Ambil kacamatanya, lalu semua buram baginya.
Spesies: Reinkarnasi dari Quicksilver
Keahlian: Berlari, Badminton

v  Revina “Emak” Nanda Suryani
Informasi tidak tersedia

v  Rizki “Riris” Dwi Saputri
Di mana semua tanda baca itu ia sembunyikan, sehingga kata-katanya begitu rancu dan bermakna banyak? Riris. Sering dipanggil Ngingis oleh Ain yang merupakan teman satu kosan. Sukanya pringas-pringis gak jelas dalam keadaan setegang apapun. Ia masuk dalam golongan muda karena kelahiran 96. Umurnya membuktikan perilakunya yang kekanak-kanakan. Sama seperti Ojan, ia memiliki wajah baby face. Kulitnya putih, sesuai dengan asalnya yang merupakan daerah berhawa dingin, Malang. Perawakannya sedikit round dan bergigi gingsul. Matanya seperti mata Heni, hanya sedikit lebih lebar. Pemilik ibu baik hati ini suka makanan berkuah... dan berhemat. Angin-anginan, itu karakternya. Bisa mengubah pendirian dalam waktu dekat. Ia menghadapi segalanya dengan endless senyum dan tawa. Bapernya sangat tersurat. Hal itu terbukti dari entri-entri blog yang ia kelola: coretcoretkata. Ayahnya asal Surabaya, ibunya asal Malang. Meskipun masuk golongan muda, sebenarnya statusnya sudah menjadi tante. Ia pandai memainkan gitar, bukan memainkan hati Mbah Galuh. Ia aktif membuat video, rekaman lagu, dan banyak aktivitas lainnya. Bicaranya tanpa spasi.
Spesies: Keturunan kesekian William Shakespeare
Keahlian: Menulis, Bermain Gitar

v  Rizky “Mbah Galuh” Galuh Purwoko
Sudah menjadi rahasia umum mengapa Galuh dipanggil dengan sebutan Mbah Galuh. Iya, karena dia termasuk golongan tua. Perawakannya kurus tapi tinggi, membuat semua pakaiannya terlihat kebesaran dan kelebihan bahan. Juga membuat posturnya menjadi bungkuk. Wajahnya cekung dan terlihat pendiam... pendiam tapi menghanyutkan. Hobinya Traveling, sama seperti Pakdhe. Hobi lainnya mungkin menggoda Riris. Ia menggeluti dunia fotografi, bahkan membuat quote. Ponselnya dilengkapi kamera berfitur canggih, jauh lebih canggih dari kamera yang semua anggota grup ini punya. Sukanya mengabadikan momen dari punggungnya. Sayang, tripod mininya hilang ketika mengunjungi pantai di Malang. ‘H’, merupakan chat paling singkat Mbah Galuh tetapi membuat semuanya naik pitam. Nama belakangnya termasuk nama zadul alias zaman dulu. Tak pernah terdengar Mbah Galuh menyanyi, tetapi sepertinya cukup puitis dan suka menulis. Ia berasal dari daerah kecil bernama Kulonprogo, belahan Bumi bagian Yogyakarta. Kalau dilihat-lihat, dia perwujudan Crane di Kung Fu Panda. Maunya sudah serius-serius aja... serius mencari jodoh...
Spesies: (perwujudan) Crane
Keahlian: Fotografi

v  Siti “Rachma” Rachmawati
Gak bakal mau dipanggil Siti, karena itu jeneng lawas. Blak-blakan mengenai perasaan dan pendapatnya, begitulah Rachma. Sama seperti Shinta, ia merupakan anggota dari Media Center yang merupakan kumpulan jurnalis, pemburu berita. Rachma terkadang seperti intel, tetapi lebih terang-terangan. Paling gila kalau sudah saatnya menggosip, bersama Nufia. Badannya kurus, tetapi masih terlihat segar. Terkadang cara bicaranya seakan dibuat-buat dan terkesan ngalem. Siapapun yang berada di dekatnya akan merasa lebih dewasa secara instan. Ia memiliki aksen jika melafalkan huruf ‘S’. Agak mendesis dan seperti tercampur dengan huruf ‘C’. Mimik wajahnya antara murung dan ingin tahu, mungkin bawaan dari kegiatannya yang sering meliput berita. Korban friendzone dari teman satu elkamnya sendiri (gak usah sebut nama lah ya). Rachma selalu ingin orang lain mengetahui keadaannya, baik secara fisik maupun psikis. Ia merupakan soulmate dari Nufia, kemana-mana suka bersama. Rachma sangat dekat dengan kakak laki-lakinya. Ia punya rumah singgah di daerah Pasuruan. Tahu Candi Prambanan? Ya, rumahnya di dekat situ, Klaten.
Spesies: Crossbreed antara Paparazzi dan Celebrity Wanna Be
Keahlian: Jurnalistik

v  Utin “Utin” Nurul Wahdania
Hanya Utin... hanya Utin yang menganggap bahwa mie instan merupakan makanan berat ketika anggota lain menganggapnya sebagai camilan. Entahlah, setengah porsi mie instan saja tidak mampu dihabiskannya. Mungkin itulah yang menyebabkan perawakannya menjadi kurus. Utin 11:12 dengan Hencil. Utin sungguh terkualifikasi masuk golongan The Hobbit dan wanita ular, seperti Shinta. Sama seperti Heru, ia berasal dari daerah yang jauh, tanah Kalimantan, tempat suku dayak tinggal, tepatnya di Pontianak. Kulitnya masuk dalam kategori tan. Matanya seperti mata Hencil meskipun tidak selebar milik Hencil. Mata itu biasanya dihiasi dengan lensa kontak. Ia sering memakai kaus kaki berwarna hitam yang mengakibatkan kakinya terlihat makin kurus. Utin... sedikit tidak mudah panik, tidak seperti soulmatenya, Shinta. Memiliki Man In Uniform alias abang bea cukai, yang sekarang penempatan entah di mana dan menyebabkan LDR. Ragu-ragu, itulah Utin. Ketika semuanya hitam atau putih, ia abu-abu. Meskipun begitu, ia rajin mencatat, sering mendapat nilai tinggi di kelas... begitulah.
Spesies: Hibrid antara Hobbit dan Wanita Ular
Keahlian: Mencatat

***
 Here it comes, a day, when I wake up, I don"t have to hide anything again. 'Cause I belong to all of you... persons who teach me that it's okay to be a freak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar