Berikut ini merupakan artikel mengandung spoiler. Membacanya berulang-berulang
bisa bikin naksir dan mimpi indah berkepanjangan. Bahkan ketawa-tiwi sendiri.
---
v Agatha
“Aga” Pahlevi Setiawan
Berkacamata, hidung besar, dan betis luar
biasa membahenol. Kalau jalan, langkahnya membentuk huruf v. Itulah Aga, keturunan
campuran Arab dan Madura. Ia tak akan segan-segan menaruh tulang ayam yang
sudah dia makan di piringmu yang masih penuh nasi. Keahliannya memecahkan riddle menunjukkan ia suka membaca buku
dan memperbanyak referensi. Selalu sengaja menaruh buku di lantai karena dia
bilang “wes ngerti onok buku, lek tetep
tak idek, berarti aku sing goblok1”. Ia asal Sidoarjo, kota yang
diramalkan Joyoboyo akan membelah Jawa menjadi dua. Nama depannya seperti
penulis novel detektif yang terkenal: Agatha Christie... sayangnya beda gender.
Aga tidak akan memberikanmu saran yang halus atau bahkan kata-kata penenang
sekali pun kalau dicurhati, justru, kata-katanya sarkastik. Namun, ia
pengertian. Punya insting tersendiri akan keberadaan cewek-cewek farmasi...
entah mengapa... sudah ada dalam darahnya. Tapi juga punya insting tersendiri
akan keberadaan waria... dan akan langsung bersembunyi di belakangmu,
melindungi diri dari colekan genit mereka. Jujur, terbuka, transparan (hloh? Apanya?)
Spesies: Hibrid antara villain dan Sherlock Holmes
Keahlian: Memecahkan riddle
v Ain
“Nenek” Salsabilla
Sulit menerima bahwa ia termasuk golongan
tua dalam satu angkatan. Wajahnya cukup child-like,
begitu pula perilakunya. Lebih kaget lagi, kulitnya tidak cukup gelap untuk
menjadi keturunan Ambon, bahkan terlalu cerah. Begitu pula tulang hidungnya
yang tajam, tidak mengindikasikan ia keturunan suku dari bagian timur
Indonesia. Kalau perkenalan, bilangnya asal Salatiga. Ain termasuk orang yang
suka menolong, sedikit tidak mau rugi, dan seperti princess... lelet asli. Terus suka nyanyi-nyanyi sendiri. Ia cukup
sabar menghadapi orang, mengerti keadaan orang lain. Lahirnya di bulan Juni dan
belahan jiwanya adalah Mie Ayam: senang ketika warung Mie Ayam buka, dan sakit
hati kalau mendapati warung itu tutup ketika ia sedang ingin-inginnya. Harddisknya penuh dengan film. Sangat
menggiurkan untuk dikopi dan menjadi hiburan di saat gabut. Sepatu favorit? Keds. Bahkan masih pakai keds saat pakai rok panjang walaupun
terlihat tidak cocok, kadang-kadang. Satu-satunya yang menangis ketika merasa
tidak bisa mengerjakan soal ujian, padahal satu angkatan bodo amat terhadap soal ujian itu. Yang paling sering memanggilnya
dengan sebutan Nenek adalah Heru.
Tua, iya tua. Dahulu kala, ia pernah bilang kalau punya cemceman2. Kemudian, bilang kalau gak punya. Selalu
menyampaikan candaan dengan wajah serius. Model jilbabnya setipe dengan
beberapa teman satu kosnya. Ain yang paling pengen untuk diceritakan kisahnya,
sepertinya... dan pengen famous.
Spesies: Hibrid antara barbie dan nenek sihir
Keahlian: Menyanyi
v Alfin
“Pakdhe” Aulia Tama
Bersuara empuk, badan ginak-ginuk hingga
perutnya terantuk-antuk. Suara empuknya pasti membuatmu berpikir, mengapa orang
ini gak jadi sinden... atau kalau dari perawakannya, cocok buat menabuh
gamelan... bahkan gong. Dengan badan sebongsor itu, ia punya pacar yang sekurus
dan semungil itu, 1:12, dan mirip Nufia. Berasal dari Solo, tempat semua orang
berkepribadian kalem dan bertutur halus. Hobinya traveling, sukanya nggombal, dan nonjokin lengan-lengan yang ia
anggap sekuat hantaman tangannya. Sangat suka rela kalau dimintain nyetak tiket
kereta. Ia bapak-able. Auranya
kebapakan, dan masuk dalam golongan tua dalam satu angkatan. Orangnya sabar,
suka bercanda, meskipun usil merupakan prioritas utama. Gelak tawanya sangat
viral. Kalau ia ketawa, yang lain juga ketawa. Doyan makan soto bareng
cewek-cewek grup freak dan akhirnya
dia jadi satu-satunya lelaki, yang ikut menggosip gak jelas, menggosip tentang
cewek yang pesen soto ayam gak pakai ayam. Pakdhe, panggilannya, merupakan
figur sempurna lelaki Jawa Tengah (lalu bayangin dia pakai blangkon, baju
coklat garis putih khas Jawa Tengah, dan meniup suling bambu di antara hijaunya
sawah dan deru aliran sungai). Satu-satunya anggota grup yang paling suka
aneh-aneh dalam memasang foto profil. Kadang, kalau dipikir-pikir, ia mirip Po
di Kung Fu Panda.
Spesies: Wayang, perwujudan bagong dan
bapak-bapak
Keahlian: Menjejak
v Clarisa
“Tara” Anindita
Siapa yang tidak tahu Misae? Iya... mamanya
Sinchan. Begitulah Tara dideskripsikan diam-diam oleh teman-temannya yang
bermuka dua ini. Terlebih lagi saat ia membiarkan rambutnya yang bekas rebonding dan mulai kembali keriting itu
tergerai. Tapi, jelas, Tara merupakan versi yang jauh lebih cantik dari mamanya
Sinchan, baik di buku maupun anime-nya. Ia merupakan satu-satunya anggota yang
berbeda keyakinan dari anggota yang lain. Bibel dan Rosario adalah
benda-bendanya. Kemana-mana pakai kacamata. Kalau memakai rok terlalu naik
hingga ke perutnya. Untung gak kelihatan jemblung.
Ternyata dia asal Madiun! Bentuk wajahnya yang kotak seperti keturunan Batak
membuat yang lain berpikir pasti ia asal tanah Sumatera. Lalu... keluarlah
logat medoknya. Akhirnya semua
jelas... jelas, Jowo tulen. Salah
satu “pejuang” kakaknya Ojan, bersama Fitri, Mbak Febi, dan Bos Awwal. Anggun
sekali ketika memakai gaun selutut bermotif bunga-bunga sepulang dari gereja. Tara
sungguh sabar, rajin mencatat, dan manut,
serta suka memasak. Tutur katanya halus, hampir seperti orang Jawa Tengah,
sehingga tidak menggambarkan figur sempurna orang Jawa Timur. Jangan salah, dia
suka nggosip. Sama seperti Pakdhe dan mayoritas cewek di grup ini, suka makan
soto bareng dan nggosip kesana kemari. Clarisse
bakal menjadi namanya kalau dia kelahiran asing.
Spesies: Reinkarnasi dari Misae
Keahlian: Memasak
v Fauzan
“Ojan” Mustofa
Wajahnya baby face, pipinya akan selalu kayak bakpao, lincah, dan rambutnya
jabrik... menggambarkan daun pinus yang runcing. Matanya tidak hitam, melainkan
hampir coklat. Tulang pipinya tajam, hampir terlihat seperti lesung pipi tapi
gagal. Asal Blitar... tapi seperti asal Sumatera daerah Palembang. Prioritasnya
ada dua: 1) Futsal, 2) Pengajian. Baju yang sering dipakai kebanyakan jersey
Manchester United. Sampe pengen ngebeliin baju, rasanya. Anggota yang selalu
menampakkan ke-kepo-an terbesar di
antara yang lainnya. Kalau ia sudah kepo,
ia bakal mengejarmu dengan pertanyaan yang dalam dan berusaha menguak fakta. Kalau
targetnya cerdik, Ojan pasti kelabakan. Ia akan selalu gak ngerti apa maksud dari
suatu riddle: “Udah itu aja? Pertanyaannya mana?”. Emotikon favoritnya yaitu
monyet, baik yang menutup mata, menutup mulut, bahkan yang posisinya seperti
mau kentut. Menjadi anak bontot dari
tiga bersaudara membuatnya jadi lebih childish
di antara yang lain, tapi kadang-kadang sikapnya dewasa, dan bahasanya jadi
susah dimengerti. Pose fotonya gak pernah gak alay. Lagu favorit? Ya
Sudahlah. Memilih lagu berdasarkan artinya, bukan musiknya. Gak gampang
percaya sama orang lain dan sadar kalau diapusi.
Ngefans sama bu Sri Mulyani... dan
Fatin. Ke kelas bawa Al-Quran warna hitam (apa coklat, ya?) dan kadang
dipanggil dengan sebutan Ustadz.
Spesies: Resemble Peeta Mellark dan Mantis
Keahlian: Bermain Futsal
v Fitria
“Fitri” Nur Farida
Mengapa suaranya begitu cempreng seperti desah kaleng yang
dilempar ke tumpukan kaleng? Atau kempyeng
yang dikumpulkan jadi ecek-ecek? Udah
tau cempreng tapi masih suka nyanyi... lagu dangdut. Golongan muda... ya,
karena kelahiran tahun 96. Sesuai dengan golongannya, sifatnya kekanak-kanakan,
seperti butuh perlindungan... atau mungkin pendamping. Gadis asal Tulungagung
itu menganga mulutnya kalau tidur. Orang tuanya nikah muda... Ibunya nikah
ketika berusia 19 tahun... dan sekarang Fitri masih jomblo, iya jomblo. Selalu
pengen semua tugas selesai dengan instan, kalau bisa dalam satu hari. Kadang
suka memaksakan diri, tapi selalu yakin bahwa ia bisa. Fitri bukan tipe orang
yang enggan belajar. Ia suka menerima masukan. Tak segan-segan bertanya bila
ingin tahu. Mengejar informasi dengan sikap kepo
menyaingi Ojan. Wajahnya melas, kulitnya cenderung gelap. Perawakannya
kurus, tapi diam-diam pengen terlihat seksi. Terbukti dari foto vulgarnya fitting baju dan tersebar di grup khusus
perempuan. Perilakunya masih seperti orang-orang zaman dulu: tradisional.
Seperti perempuan pada umumnya, gampang
terpikat oleh cowok ganteng... apalagi gagah. Totally polos. Berkali-kali salah pesen tiket kereta... dan bisa
aja ditipu ketika disuruh transfer uang. Duh, Fit.
Spesies: Resemble Tinker Bell dan Ayu Ting-Ting
Keahlian: Mempelajari
v Heni
“Hencil” Fitri Hastuti
Ngakunya dari Solo... Solokotok -___- Asalnya dari Karanganyar alias Solo
coret. Kelihatannya anggun, sih... kelihatannya. Tapi kalau sudah tertawa...
Hmm... Mulutnya terbuka paling lebar dan suaranya seperti dikasih pelantang
suara. Bentukannya mini (karena kecil masih kurang kecil), gak ahli olahraga,
tapi sangat berpengalaman jadi sekretaris. Bentuk mukanya mungil, dengan mata
lebar seperti bola pingpong, dan kantung mata yang sudah menyerupai kantung
kangguru. Sukanya makan kremes gorengan... entah suka atau biar gak bayar
karena cuma printilan. Suka gratisan!
Ya, suka gratisan. For your info,
Heni gak punya gelas di kosan. Yang ada hanya botol minum hijau merk Tupperware yang tutupnya bocor karena
ditusuki Revina dengan jarum pentul. Flashdisknya
yang mengenaskan sudah tergantikan dengan yang baru... dapat gratis dari
seminar tapi seminarnya gak dia ikuti. Mengapa namanya Heni? “Gak tau, ik. Bapakku suka aja sama nama itu”. Kecil-kecil begitu ternyata sudah
jadi tante. Hencil merupakan nama bekennya. Hencil alias Heni Kecil.
Spesies: Hobbit
Keahlian: kesekretariatan
v Heru
“Heru” Fidriansyah
Ia sudah mendaki Rinjani, gunung setinggi
3726 mdpl yang berlokasi di Pulau Lombok. Badannya gendut, padahal setiap hari pup. Memiliki dekik alias yang tampak seperti pipi bolong, tak membuat berat
badannya berkurang. Kulitnya coklat hampir gelap. Entah itu asli atau karena
tersengat matahari. Satu-satunya anggota grup yang asalnya paling jauh:
Bengkulu, tempat di mana jarang ada Alfamart.
Heru pandai bermain musik, bahkan menyanyi. Ia bisa mengubah kata-kata kaku
menjadi lirik lagu yang bernada asal-asalan tetapi enak didengar. Seperti
perempuan, mandinya cukup lama, sampai wangi sabunnya terhirup kemana-mana.
Sediakan rengginang satu toples... ia pasti akan senang. Heru cukup puitis...
menggunakan bahasa yang hanya dapat ia pahami sendiri. Heru merupakan soulmate dari Ojan. Hanya mereka berdua
yang tau apa arti “gek oppo smartphone”.
Traveling tanpa menghitung biaya...
benar-benar orang kaya. Heru suka malu-malu tapi mau. Selalu desperate kalau sendirian. Sepertinya
tidak tahan dengan kehidupan soliter. Mengagetkan adalah ketika ia bertanya
bagaimana cara membuat olos. Pernah bercerita bahwa punya adik laki-laki
bernama... yah... hanya ia yang tau.
Spesies: Perwujudan Mahar dan Ikal
Keahlian: Menciptakan Lagu
v Nufia
“Nupik” Nugraini
Sosok paling berisik dan paling rumpik
bersama dengan Rachma di grup. Frontal, itulah sisi terjelas dari karakter
Nufia. Ketus tapi lucu, tidak basa-basi, dan jujur. Ukurannya 11:12 dengan
Heni. Rambutnya hitam legam bergelombang hampir keriting seperti
lenggak-lenggok keris dengan jidat yang seukuran landasan pesawat terbang. Biasanya
diikat setengah menggunakan jepit kecil. Perawakannya kecil, kurus, tetapi
sebaiknya tidak diremehkan kalau urusan berlari... entah itu di jogging track atau dari kenyataan. Tawanya
renyah seperti keripik singkong. Nufia sangat fanatik dengan DWP, sekali lagi,
bersama Rachma. Nufia sukanya sama mas-mas... mas-mas D4. Apalagi kalau suka
olahraga. Nama belakangnya sering disalahucapkan sebagai Nugraheni. Nufia cukup
mengamati keadaan sosial dan cukup sering memberikan gambaran jawaban atas
pertanyaan anggota yang lain. Nufia juga suka menduga dan bertanya. Sering
berseteru dengan Ojan yang kerap memanggilnya “Numpang” alias Nufia Empang.
Berasal dari daerah kerajaan Majapahit pernah berdiri, Mojokerto. Tapi...
lahirnya di Surabaya. Yang tidak mengenalnya akan sulit menerima kepribadiannya.
Ia merupakan anggota dari STAN Runners.
Spesies: Hobbit
Keahlian: Berlari
v Nur
Aini “Shinta” Shinta Dewi
Semua di antara ular-ular, ia lah yang
paling ular. Dua nama terakhirnya berasal dari Dewi Shinta (Ramanya siapa?) ,
hanya saja dibalik sehingga terlihat dimodifikasi. Matanya lebih lebar dari
mata Heni. Kalau mata Heni seperti bola pingpong, mata Shinta seperti bola baseball. Suaranya terdengar
sayup-sayup, seperti tercekat. Serba salah memanggilnya: Shin dan Sin artinya
sama-sama buruk, kalau dipanggil Nur terlalu mainstream, apakah harus dipanggil Dewi? Pernah suatu waktu, ia
begitu menggemari makan hanya nasi dengan mentega, tanpa lauk dan sayuran.
Sangat mager ngeskrol chat, sampai
yang lain selalu bilang, terutama Rachma ”Shinta
ki ngajak gelut kok”. SMA nya sama seperti SMA bu Sri Mulyani dulu, SMAN 3
Semarang. Iya, ia asal Semarang, kota yang menjadi ibukota provinsi Jawa
Tengah. Jalannya sedikit menggagah,
entah mengapa. Tiga tahun sekelas dengan Revina. Ia merupakan anggota Media
center di bidang perusahaan, salah satau elemen kampus yang merupakan kumpulan
para jurnalis, pemburu berita. Kerjaannya mengecek fotokopi. Shinta orangnya
gampang panik. Dasarnya memang ular, sukanya Man In Uniform.
Spesies: Wanita Ular
Keahlian: Memperhatikan
v Pratama
“Tama” Muhammad Saputro
Panggilannya sama dengan nama belakang
Pakdhe. Entahlah, mungkin anaknya Pakdhe. Mengklaim bahwa ia berasal dari
Yogyakarta, tetapi pernah tinggal di Bekasi. Perawakannya kurus tetapi berotot,
dengan wajah cekung, dan rambut cepak yang kelihatannya tidak approachable. Namun, baik hati. Sama
seperti Nufia, ia tidak bisa diremehkan dalam urusan berlari. Bukan hanya
berlari, tetapi dalam urusan badminton pun oke. Nama depannya seperti jenis
salah satu kantor pajak. Pernah hapal Juz 30 Al-Quran... pernah. Berharap bisa
hapal kembali. Usut punya usut, sepertinya ia mengidamkan untuk jadi petinggi
Badan Kebijakan Fiskal (aamiin). Gombalannya tidak setajam Pakdhe, tersurat. Terlihat
suka belajar, terlalu rajin hingga merangkum Undang-Undang Dasar 1945 demi
belajar TKD. Cukup jago main kartu bridge
alias remi. Dahulu kala dia cukup, terlihat, antisosial. Namun semua itu
berubah sejak negara api menyerang. Ia merupakan teman yang baik ketika
mengalami masa-masa gelap. Ambil kacamatanya, lalu semua buram baginya.
Spesies: Reinkarnasi dari Quicksilver
Keahlian: Berlari, Badminton
v Revina
“Emak” Nanda Suryani
Informasi
tidak tersedia
v Rizki
“Riris” Dwi Saputri
Di mana semua tanda baca itu ia
sembunyikan, sehingga kata-katanya begitu rancu dan bermakna banyak? Riris.
Sering dipanggil Ngingis oleh Ain yang merupakan teman satu kosan. Sukanya pringas-pringis gak jelas dalam keadaan
setegang apapun. Ia masuk dalam golongan muda karena kelahiran 96. Umurnya
membuktikan perilakunya yang kekanak-kanakan. Sama seperti Ojan, ia memiliki
wajah baby face. Kulitnya putih,
sesuai dengan asalnya yang merupakan daerah berhawa dingin, Malang. Perawakannya
sedikit round dan bergigi gingsul.
Matanya seperti mata Heni, hanya sedikit lebih lebar. Pemilik ibu baik hati ini
suka makanan berkuah... dan berhemat. Angin-anginan, itu karakternya. Bisa
mengubah pendirian dalam waktu dekat. Ia menghadapi segalanya dengan endless senyum dan tawa. Bapernya sangat tersurat. Hal itu
terbukti dari entri-entri blog yang
ia kelola: coretcoretkata. Ayahnya asal Surabaya, ibunya asal Malang. Meskipun
masuk golongan muda, sebenarnya statusnya sudah menjadi tante. Ia pandai
memainkan gitar, bukan memainkan hati Mbah Galuh. Ia aktif membuat video,
rekaman lagu, dan banyak aktivitas lainnya. Bicaranya tanpa spasi.
Spesies: Keturunan kesekian William
Shakespeare
Keahlian: Menulis, Bermain Gitar
v Rizky
“Mbah Galuh” Galuh Purwoko
Sudah menjadi rahasia umum mengapa Galuh
dipanggil dengan sebutan Mbah Galuh. Iya, karena dia termasuk golongan tua.
Perawakannya kurus tapi tinggi, membuat semua pakaiannya terlihat kebesaran dan
kelebihan bahan. Juga membuat posturnya menjadi bungkuk. Wajahnya cekung dan
terlihat pendiam... pendiam tapi menghanyutkan. Hobinya Traveling, sama seperti Pakdhe. Hobi lainnya mungkin menggoda Riris.
Ia menggeluti dunia fotografi, bahkan membuat quote. Ponselnya dilengkapi kamera berfitur canggih, jauh lebih
canggih dari kamera yang semua anggota grup ini punya. Sukanya mengabadikan
momen dari punggungnya. Sayang, tripod mininya hilang ketika mengunjungi pantai
di Malang. ‘H’, merupakan chat paling
singkat Mbah Galuh tetapi membuat semuanya naik pitam. Nama belakangnya termasuk
nama zadul alias zaman dulu. Tak pernah terdengar Mbah Galuh menyanyi, tetapi
sepertinya cukup puitis dan suka menulis. Ia berasal dari daerah kecil bernama
Kulonprogo, belahan Bumi bagian Yogyakarta. Kalau dilihat-lihat, dia perwujudan
Crane di Kung Fu Panda. Maunya sudah serius-serius aja... serius mencari
jodoh...
Spesies: (perwujudan) Crane
Keahlian: Fotografi
v Siti
“Rachma” Rachmawati
Gak bakal mau dipanggil Siti, karena itu jeneng lawas. Blak-blakan mengenai
perasaan dan pendapatnya, begitulah Rachma. Sama seperti Shinta, ia merupakan
anggota dari Media Center yang merupakan kumpulan jurnalis, pemburu berita.
Rachma terkadang seperti intel, tetapi lebih terang-terangan. Paling gila kalau
sudah saatnya menggosip, bersama Nufia. Badannya kurus, tetapi masih terlihat
segar. Terkadang cara bicaranya seakan dibuat-buat dan terkesan ngalem. Siapapun yang berada di dekatnya
akan merasa lebih dewasa secara instan. Ia memiliki aksen jika melafalkan huruf
‘S’. Agak mendesis dan seperti tercampur dengan huruf ‘C’. Mimik wajahnya
antara murung dan ingin tahu, mungkin bawaan dari kegiatannya yang sering
meliput berita. Korban friendzone
dari teman satu elkamnya sendiri (gak usah sebut nama lah ya). Rachma selalu
ingin orang lain mengetahui keadaannya, baik secara fisik maupun psikis. Ia
merupakan soulmate dari Nufia,
kemana-mana suka bersama. Rachma sangat dekat dengan kakak laki-lakinya. Ia
punya rumah singgah di daerah Pasuruan. Tahu Candi Prambanan? Ya, rumahnya di
dekat situ, Klaten.
Spesies: Crossbreed antara Paparazzi dan Celebrity Wanna Be
Keahlian: Jurnalistik
v Utin
“Utin” Nurul Wahdania
Hanya Utin... hanya Utin yang menganggap
bahwa mie instan merupakan makanan berat ketika anggota lain menganggapnya
sebagai camilan. Entahlah, setengah porsi mie instan saja tidak mampu
dihabiskannya. Mungkin itulah yang menyebabkan perawakannya menjadi kurus. Utin
11:12 dengan Hencil. Utin sungguh terkualifikasi masuk golongan The Hobbit dan
wanita ular, seperti Shinta. Sama seperti Heru, ia berasal dari daerah yang
jauh, tanah Kalimantan, tempat suku dayak tinggal, tepatnya di Pontianak.
Kulitnya masuk dalam kategori tan.
Matanya seperti mata Hencil meskipun tidak selebar milik Hencil. Mata itu
biasanya dihiasi dengan lensa kontak. Ia sering memakai kaus kaki berwarna
hitam yang mengakibatkan kakinya terlihat makin kurus. Utin... sedikit tidak
mudah panik, tidak seperti soulmatenya,
Shinta. Memiliki Man In Uniform alias abang bea cukai, yang sekarang penempatan
entah di mana dan menyebabkan LDR. Ragu-ragu, itulah Utin. Ketika semuanya
hitam atau putih, ia abu-abu. Meskipun begitu, ia rajin mencatat, sering
mendapat nilai tinggi di kelas... begitulah.
Spesies: Hibrid antara Hobbit dan Wanita
Ular
Keahlian: Mencatat
***
Here it comes, a day, when I wake up, I don"t have to hide anything again. 'Cause I belong to all of you... persons who teach me that it's okay to be a freak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar