Malamku habis digerus puisi, sajak,
memuji-nya, tentangmu...
tentang hujan di suatu malam yang kau tembus demi tarawih
tentang shubuh yang kau syahdukan dengan tasbih
Bagian terganas diriku bersenandung lirih namun merdu
“Allah, aku ingin dia bersanding denganku”
Sayang...nya
kau memanggilku bintang, kau pun tanah
Sayang...
tak tahukah kau kemana bintang selalu jatuh?
Sayang...nya
kau memanggilku putri, kau pun rakyat jelata
Sayang...
tak tahukah kau sudah bukan tradisi putri menikahi pangeran?
Kau lihat bintang, kau lihat masa lalu
haruslah pijarku mati, namun aku bintang yang terlambat
pergi
atau tidak sama sekali
Aku tetap tergantung di sana
meskipun fajar melahirkan siang
Aku tetap tergantung di sana
meskipun mendung menggelayut riang
Maaf, kau tak bisa mencari aku di rimbun perhatian
Maaf, kau tak bisa mencari aku di relung romansa
Maaf, kau tak bisa menemukanku di kalbu semesta...
Jumpai aku dalam kata.. karena cakapku tak pernah rancu
Jumpai aku dalam nada.. karena tentangmu tak pernah biru
Jumpai aku dalam tumpukan doa.. karena banyak terselip
namamu di sana

Tidak ada komentar:
Posting Komentar